Sabtu, 27 Oktober 2012

Jangan putus asa

jangan putus asa
Jangan putus asa

Jangan putus asa, karena dibalik semua kesulitan, kegagalan, pasti ada rencana Tuhan yang tidak anda ketahui. Sebuah cerita dibawah ini semoga bisa mengingatkan pada siapapun untuk "jangan putus asa"

Sebuah kecelakaan mobil sepuluh hari sebelum wisuda sekolah menengah atasnya menyebabkan Shane Vermoort diklasifikasikan sebagai penderita kuadriplegia. Seorang teman tewas dalam kecelakaan itu.
Selama hidupnya, Shane ingin menjadi dokter. Teapi apakah itu masih mungkin bagi penderita kuadriplegia atau apakah itu impian yang mustahil?

Shane menjalani satu tahun rehabilitasi dan kemudian masuk Universitas Illinois Selatan, tempat dia mendapat gelar BA dalam fisiologi. Tujuannya adalah fakultas kedokteran, tetapi dia ditolak berulang kali oleh fakultas kedokteran di seluruh Amerika.

Akhirnya, dia diterima di Medical College di Georgia. Dia unggul dalam tingkat persiapan sehingga mnerima Clinical Neuroscience Award, dipilih menjadi ketua Medical Honor Society, dan menjadi mahasiswa pertama yang tamat dari perguruan tinggi di kursi roda. Shane mengenang, “Orang yang kecenderungan untuk membayangkan apa yang tidak kita milliki. Kalau saja orang mau melihat ke cermin dan berfokus pada hal-hal yang baik, keadaan mereka akan jauh lebih baik.”

Shane mengatakan kepada kita semua untuk tidak melihat ke bawah dengan keputusasaan kepada apa  yang tidak kita miliki tetapi melihat ke atas dengan harapan dan menggunakan apa yang kita miliki. Ini pasti berhasil baginya dan saya yakin ini akan berhasil bagi anda.

Jangan putus asa

1.       bersyukurlah atas apa yang terjadi hari ini, dan terus optimis menghadapi kehidupan. Semoga bermanfaat..

aartikel terkait:
pintu tertutup
rintangan

                                                    

Jumat, 26 Oktober 2012

Peluang Usaha - Juragan “odong-odong”ini meraup pasif income 2-3juta sebulan.



Agak penasaran berapa sih penghasilan tukang odong-odong. Mari kita putar ulang wawancara saya dengan seorang tukang odong-odong yang lewat di depan rumah.
Saya Tanya, “satu lagu berapa pak? Si bapak menjawab.. “seribu mas..”
Aurel (anak saya berusia 2,5tahun) langsung naik dan menikmati music dari ayunan odong-odong.

Saya pikir..  wah enak juga ya.. cuman setel music goes-goes, banyak anak yang minta naik, bahkan tidak jarang yang nangis merengek untuk naik odong-odong setiap lewat di dekat rumah.

Untuk memenuhi pertanyaan batin saya.. maka saya dekati si bapak tukang odong-odong, dan coba untuk mengkorek informasi yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk anda.
Sambil mengamati mulai dari gerobak, roda, penyetel musik, saya memulai pertanyaan demi pertanyaan.. dibawah ini

Pages