Sabtu, 03 Maret 2012

Mengikuti sampai Tuntas


Helen Hill yang berumur sembilan puluh lima tahun menuliskan hari-harinya di sekolah menengah sebagai hari yang indah, walaupub dia tidak pernah menerima ijazah. Dia dan lima teman sekelasnya tidak menerima ijazah resmi, karena sekolah tempat mereka tamat belajar punya utang. Tetapi saya merasa berbahagia menceritakan kepada anda bahwa Helen Hill akhirnya menerima ijazah. Pada bulan Mei 1983, Nyonya Hill, yang menjadi penduduk tertua di South Thomaston, Maine, dan satu-satunya murid angkatan tahun 1907 yang masih hidup, menerima ijazah terlambat tujuh puluh enam tahun!

Tidak pernah terlambat untuk mimpi, untuk belajar, dan untuk berubah. Carl Carson memutuskan untuk membuat perubahan karir pada usia enam puluh empat tahun. Dia pindah dari bisnis sewa beli mobil dan truk ke bisnis konsultan. Tujuannya adalah menjual pelayanannya kepada sepuluh klien. Carl Carson mencapai tujuan itu pada bulan Maret 1983. Sekarang dia menerbitkan surat kabar bulanan untuk memberikan nasihat kepada seribu dua ratus pelanggan yang membayar. Rata-rata dia bepergian ke seluruh negara seratus kali setahun untuk bicara di konferensi dan seminar. Carl Carson berumur tujuh puluh lima tahun.

Tidak prnah terlambat untuk mimpi, untuk belajar, dan untuk berubah. Orang selalu bisa menemukan dalih seperti mereka sudah terlalu tua, atau masih terlalu muda, atau tidak punya warna kulit atau jenis kelamin yang tepat. Hidup tidak mudah tetapi bisa memberikan imbalan. Anda tidak bisa menghentikan kalender, tetapi anda bisa menghentikan pemikiran negatif dan menggunakan kemampuan anda yang unik.

Langkah-langka Tindakan

1    1.  Hari ini saya akan berkonsentrasi pada apa yang bisa saya lakukan dan bukannya terus memikirkan apa yang tidak bisa saya lakukan.
2
      2. Hari ini saya akan _________________________________________________________________
          _______________________________________________________________________________



Pengalaman menunjukkan bahwa sukses tidak terlalu tergantung  pada kemampuan dibandingkan dengan pada semangat.
Pemenang adalah orang yang memberikan dirinya kepada pekerjaan, jiwa dan raga.
                                                                                                                   Charles Buxton
                                                                                                                                                   

Jumat, 02 Maret 2012

Menang lawan kalah


Teman baik saya, pembicara mimbar yang terkemuka Denis Waitley menjelaskan bahwa pencetak gol lapangan yang merebut kemenangan bersiap-siap untuk menendang bola ke gawang dan berkata kepada diri sendiri, “kalau saya  membuat tendangan gol lapangan ini maka kami akan masuk ke dalam Super Bowl dan ini akn bernilai tiga puluh ribu dolar untuk setiap pemain.” Orang yang kalah mengincar gol dan berkata, “kalau saya gagal mencetak gol lapangan ini, akibatnya semua anggota tim akan kehilangan tiga puluh ribu dolar.” Itulah bedanya. Menurut Dr. Waitley , pemenang berkonsentrasi pada apa yang ingin mereka dapatkan, orang yang kalah berkonsentrasi pada apa yang tidak mereka inginkan, dan mereka mendapatkanya.

Tidak diragukan lagi daya yang paling menghancurkan dalam kehidupan kita adalah penggunaan imajinasi kita secara negatif. Kebanyakan oarang membayangkan hal-hal yang tidak mereka inginkan, apakah itu sakit kepala, pilek, transaksi penjualan yang luput, atau bahkan ketidakmampuan untuk menemukan tempat parkir. Orang yang kalahberpikir menurut pengertian kekurangan atau kehilangan: sedangkan pemenang menurut, Dr. Waitley , memikirkan sukses dan kemenangan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh pepatah lama, “ Apakah Anda berpikir Anda bisa atau berpikir Anda tidak bisa , anda selalu benar!”

Langkah-langkah Tindakan

1.      Hari ini saya akan mempraktekan perbuatan berpikir seperti pemenang dengan berkonsentrasi pada apa yang saya inginkan serta memikirkan sukses dan kemenangan.

2.      Hari ini saya akan _____________________________________(isi sendiri sesuai pemikiran anda).

“Orang yang takut ditaklukan pasti akan kalah.”
                          Napoleon Bonaparte




Kamis, 01 Maret 2012

Makna dari Kebajikan


Setelah kematian Freddie Prinze, salah seorang mahabintang dunia hiburan, kolumnis Hollywood Rona Barnett ditanya, “Apakah anda kenal dengan mahabintang lainnya yang mungkin juga terancam bahaya dengan sengaja atau tidak sengaja mengakhiri hidupnya sendiri?” Rona menjawab, “Saya bahkan tidak kenal satupun mahabintang yang tidak terancam bahaya dengan sengaja atau tidak sengaja mengakhiri hidupnya sendiri, sebab saya tidak kenal dengan satupun yang benar-benar berbahagia.”

Itu menyedihkan, bukan? Secara lahiriah orang-orang ini tampaknya memiliki segala-galanya: kemudahan, kesehatan, uang, kemashuran, dan karisma yang begitu besar sehingga mereka harus menyewa pengawal pribadi untuk melindungi mereka dari anggota jenis kelamin yang berlawanan. Tetapi dengan semua ini, mereka tidak berbahagia. Alasannya sederhana saja. Apa yang anda miliki tidak membuat anda bahagia, diri andalah yang penting.

Para oranngtua, saya menganjurkan kepada anda janganlah anda membelanjakan uang untuk membelikan anak-anak anda “benda”. Beri mereka diri anda, waktu anda, dan cinta anda yang tanpa syarat. Ajarkan kepada mereka kebajikan model lama yang berupa kejujuran, watak, integritas, keyakinan, cinta, kesetiaan, dan sifat bisa diandalkan. Dengan semua unsur ini anak-anak anda bisa merakit sendiri kebahagiaan mereka.

Langkah-langka Tindakan

1    1. Hari ini saya akan memberikan waktu kualitas dan kuantitas kepada mereka yang saya cintai.

2    2. Hari ini saya akan mengingat untuk mengajarkan “kebajikan model lama” melalui contoh yang positif.

3. Hari ini saya akan ______________________________________________________________
    ____________________________________________________________________________
            



Orang yang mempunyai kebijakan itu bijaksana,
Orang yang bijaksana itu baik, dan orang yang baik berbahagia.                                                    

Rabu, 29 Februari 2012

Lintasan di Amerika


Peter Jenkins berjalan sejauh 4.751 mil dan menghabiskan kira-kira tiga puluh lima pasang sepatu dalam penjelajahan lima tahun melintasi negara Amerika. Dia melakukannya karena dia ingin memberikan kepada Amerika kesempatan lainnya. Informasi yang diperolehnya di perguruan tinggi dan dengan membaca “keadaan negara bagian” membuatnya benar-benar muak kepada negaranya. Singkatnya, dia punya kasus “pengerasan sikap”. Perjalanannya berhasil, sebab setelah melancong ke seluruh negeri serta mengenal Amerika dan bangsa Amerika, dia jadi secara total tertarik kepada Amerika dan mengabdi sepenuhnya kepada Amerika.

Jelas sekali, sebaian besar dari kita tidak bisa melancong lima tahun dengan berjalan kaki mengelilingi negeri, tetapi dengan mendengarkan komentar yang positif, membaca buku dan majalah dengan baik, serta mengambil pandangan optimistis terhadap hal-hal baik yang terjadi di nnegara anda, saya yakin anda juga akan bisa mengabdi negara anda seperti Peter Jenkins. Setelah ini terjadi anda akan mengakui keindahan dan kemungkinan besar yang ditawarkan oleh negara anda kepada anda. Sebagai hasilnya, semangat dan antusiasme anda untuk kehidupan akan dihidupkan kembali, yang berarti saya akan berjumpa dengan anda di puncak!  

Langkah-langka Tindakan

1    1. Hari ini saya akan membaca paling sedikit artikel yang positif (dari majalah atau surat kabar) tentang negara saya yang besar.

2    2. Hari ini saya akan berbagi paling sedikit sebuah komentar positif tentang negara saya. Saya akan memulai dengan ___________________________________________________________________________


3    3. Hari ini saya akan _________________________________________________________________
          _______________________________________________________________________________  


Mereka yang ingin meningkatkan kecintaan kepada tanah air hanya perlu tinggal di sebuah negara asing beberapa waktu lamanya.
                                                    

Selasa, 28 Februari 2012

Keuntungan


Ketika saya masih kecil saya bekerja di toko makanan. Pada suatu hari tidak ada apapun yang terjadi, majikan saya agak resah karena tidak ada seorang pun yang bekerja. Maka dia memilih diri saya, menunjuk ke sebuah rak, dan menyarankan agar saya membersihkannya atau merapikan isinya. Dengan agak kesal saya menjawab, “Wah, Pak Anderson, hanya ada dua kaleng tomat.”

Nah, cara saya mengatakan “hanya” tepat merupakan hal yang ingin didengar oleh majikan. Dia menghentikan pekerjaan saya dan berkata, “Baiklah kau kuberi tahu tentang dua kaleng tomat itu. Ini berasal dari satu peti penuh berisi dua puluh empat. Kita sudah menjual yang dua puluh dua. Itu berarti uang kita sudah kembali. Keuntungan kita terbungkus dalam dua kaleng tomat yang terakhir itu, dan dari keuntungan itu aku akan membayarmu. Nah, sekarang bagaimana pendapatmu tentang dua kaleng tomat itu?” Saya melihat kepadanya, tersenyum, dan berkata, “Pak Anderson, dua kaleng tomat itu bagus sekali!”

Apa yang perlu kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya untuk membantu majikan mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Setelah itu dia bisa membayar kita lebih banyak! Kalau kita berbuat begitu, majikan menang dan kita juga akan menang.

Langkah-langka Tindakan

1    1. Hari ini saya akan mengingat bahwa saya bisa mendapatkan segala hal yang saya inginkan dari kehidupan kalau saya cukup banyak membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
2
      2. Hari ini saya akan _________________________________________________________________
          _______________________________________________________________________________  



Berkepentinganlah dengan “bagaimana” anda bekerja,
                                       Dan “berapa banyak” akan mengurus dirinya sendiri.                                                    

Senin, 27 Februari 2012

Ketidaknyamanan


Bertahun-tahun yang lalu, juara tinju kelas berat “Gentleman Jim” Corbett sedang berlatih lari di jalan ketika dia melihat seorang pengail mendapat ikan satu demi satu. Tetapi Corbett memperhatikanpengail melemparkan ikan yang besar kembali ke air dan hanya mengambil ikan yang kecil-kecil. Rasa ingin tahu menguasai Gentleman Jim, maka dia bertanya kepada pengail mengapa dia mengambil ikan yang kecil-kecil dan mengembalikan ikan yang besar-besar. Pengail menjawab, “Bung, saya sebenarnya tidak senang melakukan ini, tetapi saya tidak punya pilihan lain. Saya hanya punya penggorengan yang kecil!”

Nah, sebelum anda tertawa, baiklah saya ingatkan anda bahwa dia benar-benar bicara tentang anda dan saya. Sering kali kalau kita mendapat gagasan yang besar kita cenderung untuk mengatakan, “Aduh, jangan Tuhan, jangan yang sebesar itu! Saya hanya punya penggorengan kecil!” Kita bahkan menjelaskannya dengan mengatakan, “Lagi pula, Tuhan, kalau itu memang gagasan yang bagus orang lain pasti sudah memikirkannya. Beri saja saya yang kecil, Tuhan. Jangan keluarkan saya dari zona kenyamanan saya, jangan buat saya berkeringat, bersusah payah dan menggunakan kemampuan say.”

Pesan dari kisah ini adalah bahwa kalau anda mendapat gagasan besar, sibukkan diri anda dengan gagasan itu. Tuhan yang mula-mula memberi anda gagasan besar juga akan memberi anda kepingan-kepingan kecil untuk membuat impian besar itu menjadi kenyataan.  

Langkah-langka Tindakan
  
 
1. Hari ini saya akan memperbesar “penggorengan” dan melangkah ke luar zona kenyamanan saya. Saya akan mencapai ini dengan mengambil langkah berikut : a)______________________________________

b)__________________________________________ c)___________________________________


2.  Hari ini saya akan _________________________________________________________________
    _______________________________________________________________________________


                                  Panci kecil dengan cepat mendidihkan air sampai meluap.
                                                    

Minggu, 26 Februari 2012

Kesempatan yang Berharga


Karena saya dibesarkan di kota kecil di Selatan selama masa depresi, saya mengalami cara hidup yang rasanya seperti keadaan prasejarah menurut standar zaman sekarang.

Di toko makanan tempat saya bekerja kami menjual gula tetes dengan takaran galon, dan mengambilnya dari sebuah tong kayu besar. Pada masa itu, uang untuk pembeli permen dan gula-gula boleh dikata tidak ada. Seorang anak kecil yang menyukai makanan manis-manis dan sangat menggemari gula tetes sering datang ke toko. Dia selalu berjalan beringsut-ingsut ke tong besar, mengangkat tutupnya, mencelupkan jari ke dalam gula tetes, dan menjilatinya. Itulah permennya. Majikan saya berulang kali memperingatkan dia untuk tidak melakukannya.

Pada suatu hari ketika majikan benar-benar menangkap basah anak itu, dengan rasa kesal sekali dia mengangkat anak kecil itu tinggi-tinggi dan menceburkannya ke dalam tong. Sementara anak kecil itu tenggelam sampai tidak kelihatan, terdengar dia berdoa, “Ya Tuhan, beri saya lidah yang setara dengan kesempatan ini!”

Ketika saya menulis atau bicara saya berdoa semoga Tuhan memberi saya lidah (pena) yang setara dengan kesempatannya. Kisah tentang gula tetes itu tentu saja sebuah lelucon, tetapi bukan lelucon ketika saya mengatakan kepada anda bahwa kesempatan kerap kali datang kepada orang yang sayangnya tidak siap untuk menyambutnya. Nasehat dan keyakinan saya adalah bahwa kalau anda siap untuk menyambut kesempatan, kesempatan akan selalu siap untuk anda.

Langkah-langka Tindakan

1    1.  Hari ini saya akan mempersiapkan diri untuk kesempatan yang pasti akan datang kepada saya.
      2. Hari ini saya akan __________________________________________________________
          ________________________________________________________________________  

                                 Kesempatan berlipat ganda ketika ditangkap,
                                          Kesempatan mati kalau diabaikan.
                                                                                                
                                                    

Pages